Langsung ke konten utama

Vivo Jamin Ponselnya Tidak Akan Meledak di Indonesia

Ponsel Vivo Meledak di India
Ponsel Vivo Meledak di India
Insiden meledaknya dua ponsel Vivo (Brand baru yang lahir dari Oppo) di India ikut mendapat perhatian dari manajemen Vivo (Brand baru yang lahir dari Oppo) di Indonesia. Mereka pun akan menyelidiki kasus tersebut.

"Saat ini tim Vivo (Brand baru yang lahir dari Oppo) di India tengah memverifikasi kebenaran tersebut," kata Meutia Setijono, Senior Brand Manager Vivo (Brand baru yang lahir dari Oppo) Mobile Indonesia saat dihubungi Kami, Senin (1/5/2017).

Baca Juga : Ponsel VIVO Meledak Saat Charge Baterai

Meutia pun mengatakan, pengguna Vivo (Brand baru yang lahir dari Oppo) di Indonesia tak perlu khawatir soal keamanan ponsel tersebut. Sebab dalam proses produksi di Indonesia, ponsel V5 telah lulus uji kelayakan dan keamanan untuk digunakan.

Pemilik Handphone VIVO di India yang meledak
Pemilik Handphone VIVO di India yang meledak
"Kami juga menyarankan para pengguna untuk merujuk buku panduan selama menggunakan smartphone Vivo (Brand baru yang lahir dari Oppo)," sebut Meutia.

Sebelumnya diberitakan, dua pengguna di India melaporkan kejadian meledaknya ponsel V5 saat diisi ulang. Akibatnya, salah satu bagian belakang ponsel meleleh.

Kejadian tersebut menambah daftar panjangmeledaknya ponsel saat diisi ulang baterai. Sebelumnya, insiden sejenis pernah terjadi pada pengguna ponsel Samsung, Apple, dan Xiaomi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menagapa Pesawat Sering Terguncang?

Foto: Lion Air Ternyata peralihan atau berubahnya iklim dapat saja memperburuk turbulensi udara. Bagi Kamuyang melakukan perjalanan udara, hal ini tentu akan mengganggu kenyamanan perjalanan Anda. Seberapa buruk turbulensi ini? Cukup kuat sehingga dapat saja melempar penumpang dan awak pesawat di sekitar kabin jika tak memasang sabuk pengaman. Hal ini merupakan hasil studi dari Universitas Reading seperti dipublikasikan di Advances in Atmospheric Sciences , seperti ditulis Digital Trend . Menurut studi ini, makin buruknya kualitas udara memengaruhi pergerakan naik turun pesawat yang lebih kuat dari gravitasi. Para ahli percaya peralihan atau berubahnya iklim membuat fenomena ini lebih sering dua tiga kali dari yang terjadi saat ini. Dengan demikian, berjalan di pesawat, meminta layanan makanan, atau bahkan memegang sesuatu menjadi lebih sulit dilakukan. Studi ini menyebutkan bahwa turbulensi ringan akan meningkat 59 persen. Turbulensi ringan hingga menengah meningkat 75 persen, Pada sp...

Dua Waktu Yang Dilarang Oleh Rasulullah SAW Untuk Tidur

Tidur menjadi sesuatu yang esensi dalam kehidupan kita. Karena dengan tidur, kita menjadi segar kembali. Tubuh yang lelah, urat-urat yang mengerut, dan otot-otot yang dipakai beraktivitas seharian, bisa meremaja lagi dengan melakukan tidur. Dalam Islam, semua perbuatan bisa menjadi ibadah. Begitu pula tidur, seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Dalam Al-Quran, Allah swt pun menyuruh kita untuk tidur. Namun, ternyata ada dua waktu tidur yang dianjurkan oleh Rasulullah untuk tidak dilakukan. 1. Tidur di Pagi Hari Setelah Shalat Shubuh Dari Sakhr bin Wadi’ah Al-Ghamidi radliyallaahu ‘anhu bahwasannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda : ”Ya Allah, berkahilah bagi ummatku pada pagi harinya” (HR. Abu dawud 3/517, Ibnu Majah 2/752, Ath-Thayalisi halaman 175, dan Ibnu Hibban 7/122 dengan sanad shahih). Ibnul-Qayyim telah berkata tentang keutamaan awal hari dan makruhnya menyia-nyiakan waktu dengan tidur, dimana beliau berkata : “Termasuk hal yang makruh bagi mereka – yaitu o...

Bakteri Dalam Mulut Bisa Sebabkan Kanker

Para peneliti di Amerika Serikat (AS) menemukan bakteri yang umumnya ada di mulut dapat memicu kanker kolon dan rektum. Kantor berita Xinhua melansir dari dua penelitian yang diterbitkan di jurnal Cell Host & Microbe, bahwa mikroorganisme "fusobacteria" yang ditemukan di mulut dapat merangsang respon kekebalan yang buruk dan menumbuhkan gen kanker untuk membentuk tumor kolon dan rektum. Kanker kolon dan rektum adalah kanker yang menyerang usus besar dan rektum. Penyakit tersebut merupakan kanker peringkat 2 yang mematikan di AS. Penelitian terbaru menunjukkan "fusobacteria" dari mulut sangat banyak ditemukan pada jaringan pasien yang terkena kanker kolon dan rektum meski demikian belum diketahui apakah bakteri tersebut berkontribusi dalam pembentukan tumor. Professor Yiping Han dari Case Western Reserve University School of Dental Medicine dan timnya menemukan "fusobacteria" mengandalkan sebuah molekul bernama FadA, yang ditemukan di permukaan sel bakt...