Langsung ke konten utama

Ponsel Vivo Meledak Saat Charge Baterai

Ponsel VIVO V% Meledak di India
Ponsel VIVO V% Meledak di India
Kasus ponsel meledak kembali terjadi. Setelah Samsung, Apple, dan Xiaomi, insiden ini menimpa Vivo (Brand baru yang lahir dari Oppo) saat tengah diisi ulang baterainya.

Ada dua laporan mengenai kejadian meledaknya ponsel tersebut. Keduanya sama-sama terjadi di India. Kasus pertama terjadi minggu lalu, di sebuah toko. Akibat ledakan tersebut, bagian belakang ponsel V5 meleleh.

Selang beberapa hari, kasus kedua menimpa pengguna di Karnal, Haryana. Kejadiannya serupa, yakni ponsel meledak saat diisi ulang baterainya. Tapi tak seperti kasus pertama, bagian belakang ponsel masih terlihat utuh.

Dilansir dari Techdroider, Senin (1/5/2017), pihak Vivo (Brand baru yang lahir dari Oppo) India belum memberikan tanggapan atas kejadian nahas ini.

Kejadian meledaknya ponsel Vivo (Brand baru yang lahir dari Oppo) ini menambah daftar panjang kasus ponsel meledak di dunia. Sebelumnya, kasus serupa terjadi pada ponsel berteknologi milik Samsung, Apple dan Xiaomi. Kebanyakan kasus terjadi saat ponsel tengah diisi ulang baterainya.

Karena itu, tidak ada salahnya kita memperhatikan kondisi ponsel saat sedang diisi ulang baterai. Jika bodi ponsel mengalami panas yang tidak wajar, baiknya segera cabut charger.

Disarankan juga untuk tidak melakukan charging sepanjang malam. Selain itu, jangan meletakkan ponsel yang sedang charging di atas permukaan yang rentan terbakar seperti tempat tidur. Terakhir, jangan gunakan ponsel saat tengah diisi ulang baterai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menagapa Pesawat Sering Terguncang?

Foto: Lion Air Ternyata peralihan atau berubahnya iklim dapat saja memperburuk turbulensi udara. Bagi Kamuyang melakukan perjalanan udara, hal ini tentu akan mengganggu kenyamanan perjalanan Anda. Seberapa buruk turbulensi ini? Cukup kuat sehingga dapat saja melempar penumpang dan awak pesawat di sekitar kabin jika tak memasang sabuk pengaman. Hal ini merupakan hasil studi dari Universitas Reading seperti dipublikasikan di Advances in Atmospheric Sciences , seperti ditulis Digital Trend . Menurut studi ini, makin buruknya kualitas udara memengaruhi pergerakan naik turun pesawat yang lebih kuat dari gravitasi. Para ahli percaya peralihan atau berubahnya iklim membuat fenomena ini lebih sering dua tiga kali dari yang terjadi saat ini. Dengan demikian, berjalan di pesawat, meminta layanan makanan, atau bahkan memegang sesuatu menjadi lebih sulit dilakukan. Studi ini menyebutkan bahwa turbulensi ringan akan meningkat 59 persen. Turbulensi ringan hingga menengah meningkat 75 persen, Pada sp...

Dua Waktu Yang Dilarang Oleh Rasulullah SAW Untuk Tidur

Tidur menjadi sesuatu yang esensi dalam kehidupan kita. Karena dengan tidur, kita menjadi segar kembali. Tubuh yang lelah, urat-urat yang mengerut, dan otot-otot yang dipakai beraktivitas seharian, bisa meremaja lagi dengan melakukan tidur. Dalam Islam, semua perbuatan bisa menjadi ibadah. Begitu pula tidur, seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Dalam Al-Quran, Allah swt pun menyuruh kita untuk tidur. Namun, ternyata ada dua waktu tidur yang dianjurkan oleh Rasulullah untuk tidak dilakukan. 1. Tidur di Pagi Hari Setelah Shalat Shubuh Dari Sakhr bin Wadi’ah Al-Ghamidi radliyallaahu ‘anhu bahwasannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda : ”Ya Allah, berkahilah bagi ummatku pada pagi harinya” (HR. Abu dawud 3/517, Ibnu Majah 2/752, Ath-Thayalisi halaman 175, dan Ibnu Hibban 7/122 dengan sanad shahih). Ibnul-Qayyim telah berkata tentang keutamaan awal hari dan makruhnya menyia-nyiakan waktu dengan tidur, dimana beliau berkata : “Termasuk hal yang makruh bagi mereka – yaitu o...

Bakteri Dalam Mulut Bisa Sebabkan Kanker

Para peneliti di Amerika Serikat (AS) menemukan bakteri yang umumnya ada di mulut dapat memicu kanker kolon dan rektum. Kantor berita Xinhua melansir dari dua penelitian yang diterbitkan di jurnal Cell Host & Microbe, bahwa mikroorganisme "fusobacteria" yang ditemukan di mulut dapat merangsang respon kekebalan yang buruk dan menumbuhkan gen kanker untuk membentuk tumor kolon dan rektum. Kanker kolon dan rektum adalah kanker yang menyerang usus besar dan rektum. Penyakit tersebut merupakan kanker peringkat 2 yang mematikan di AS. Penelitian terbaru menunjukkan "fusobacteria" dari mulut sangat banyak ditemukan pada jaringan pasien yang terkena kanker kolon dan rektum meski demikian belum diketahui apakah bakteri tersebut berkontribusi dalam pembentukan tumor. Professor Yiping Han dari Case Western Reserve University School of Dental Medicine dan timnya menemukan "fusobacteria" mengandalkan sebuah molekul bernama FadA, yang ditemukan di permukaan sel bakt...