Langsung ke konten utama

Trump Akan Hapus Situs Perubahan Iklim


Presiden Amerika Serikat, Donald Trump
Pemerintahan dari Presiden Terpilih Amerika Serikat Tahun 2017, Donald Trump meginstruksikan menghapus semua konten dan halaman resmi pemerintah mengenai perubahan iklim. dari Presiden Terpilih Amerika Serikat Tahun 2017, Donald Trump menganggap perubahan iklim sebagai hoax belaka.

Berdasarkan laporan The Independent pada Rabu, 25 januari, instruksi itu ditujukan kepada Agen Perlindungan Lingkungan (EPA), badan perlindungan lingkungan di Amerika Serikat, yang selama ini meneliti dampak perubahan iklim.

Situs EPA selama ini memuat data gas rumah kaca dari industri maupun dari laporan badan penelitian lain yang sama-sama menggambarkan penyebab dan dampak perubahan iklim.

Kini sejumlah ilmuwan di EPA mengaku berusaha menyelamatkan bagian-bagian terpenting di situs mereka yang akan segera dihapus pemerintah.

"Jika situs ditutup, kerja kami bertahun-tahun soal perubahan iklim akan menghilang," kata salah seorang pejabat EPA kepada Reuters.

Pada Selasa (24/1) lalu, pejabat EPA sebelumnya mengirimkan pesan kepada staf mereka untuk menutup laman perubahan iklim di situs mereka yang berisi tautan ke beberapa penelitian ilmiah dan data rinci soal emisi gas rumah kaca.

Diperkirakan konten tersebut akan dihapus pada Rabu waktu setempat. Dari pantauan ke situs mereka, laman mengenai perubahan iklim terlihat masih ada. Sejumlah tautan ke sejumlah riset pun masih bisa diakses.

Namun ketidakpercayaan dari Presiden Terpilih Amerika Serikat Tahun 2017, Donald Trump kepada perubahan iklim setidaknya sudah terlihat di situs Gedung Putih. Mereka menghapus segala rujukan perubahan iklim dengan rencana kebijakan energi.

Kala masih bertarung di kampanye pemilihan presiden AS, dari Presiden Terpilih Amerika Serikat Tahun 2017, Donald Trump memang berkali-kali menyebut perubahan iklim adalah hoax yang diembuskan China untuk memenangi kompetisi dengan perusahaan AS.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menagapa Pesawat Sering Terguncang?

Foto: Lion Air Ternyata peralihan atau berubahnya iklim dapat saja memperburuk turbulensi udara. Bagi Kamuyang melakukan perjalanan udara, hal ini tentu akan mengganggu kenyamanan perjalanan Anda. Seberapa buruk turbulensi ini? Cukup kuat sehingga dapat saja melempar penumpang dan awak pesawat di sekitar kabin jika tak memasang sabuk pengaman. Hal ini merupakan hasil studi dari Universitas Reading seperti dipublikasikan di Advances in Atmospheric Sciences , seperti ditulis Digital Trend . Menurut studi ini, makin buruknya kualitas udara memengaruhi pergerakan naik turun pesawat yang lebih kuat dari gravitasi. Para ahli percaya peralihan atau berubahnya iklim membuat fenomena ini lebih sering dua tiga kali dari yang terjadi saat ini. Dengan demikian, berjalan di pesawat, meminta layanan makanan, atau bahkan memegang sesuatu menjadi lebih sulit dilakukan. Studi ini menyebutkan bahwa turbulensi ringan akan meningkat 59 persen. Turbulensi ringan hingga menengah meningkat 75 persen, Pada sp...

Dua Waktu Yang Dilarang Oleh Rasulullah SAW Untuk Tidur

Tidur menjadi sesuatu yang esensi dalam kehidupan kita. Karena dengan tidur, kita menjadi segar kembali. Tubuh yang lelah, urat-urat yang mengerut, dan otot-otot yang dipakai beraktivitas seharian, bisa meremaja lagi dengan melakukan tidur. Dalam Islam, semua perbuatan bisa menjadi ibadah. Begitu pula tidur, seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Dalam Al-Quran, Allah swt pun menyuruh kita untuk tidur. Namun, ternyata ada dua waktu tidur yang dianjurkan oleh Rasulullah untuk tidak dilakukan. 1. Tidur di Pagi Hari Setelah Shalat Shubuh Dari Sakhr bin Wadi’ah Al-Ghamidi radliyallaahu ‘anhu bahwasannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda : ”Ya Allah, berkahilah bagi ummatku pada pagi harinya” (HR. Abu dawud 3/517, Ibnu Majah 2/752, Ath-Thayalisi halaman 175, dan Ibnu Hibban 7/122 dengan sanad shahih). Ibnul-Qayyim telah berkata tentang keutamaan awal hari dan makruhnya menyia-nyiakan waktu dengan tidur, dimana beliau berkata : “Termasuk hal yang makruh bagi mereka – yaitu o...

Bakteri Dalam Mulut Bisa Sebabkan Kanker

Para peneliti di Amerika Serikat (AS) menemukan bakteri yang umumnya ada di mulut dapat memicu kanker kolon dan rektum. Kantor berita Xinhua melansir dari dua penelitian yang diterbitkan di jurnal Cell Host & Microbe, bahwa mikroorganisme "fusobacteria" yang ditemukan di mulut dapat merangsang respon kekebalan yang buruk dan menumbuhkan gen kanker untuk membentuk tumor kolon dan rektum. Kanker kolon dan rektum adalah kanker yang menyerang usus besar dan rektum. Penyakit tersebut merupakan kanker peringkat 2 yang mematikan di AS. Penelitian terbaru menunjukkan "fusobacteria" dari mulut sangat banyak ditemukan pada jaringan pasien yang terkena kanker kolon dan rektum meski demikian belum diketahui apakah bakteri tersebut berkontribusi dalam pembentukan tumor. Professor Yiping Han dari Case Western Reserve University School of Dental Medicine dan timnya menemukan "fusobacteria" mengandalkan sebuah molekul bernama FadA, yang ditemukan di permukaan sel bakt...