Langsung ke konten utama

Membuat Custom Element Di HTML Menggunakan Javascript



Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang bagaimana cara Membuat Custom Element HTML Menggunakan javascript. Biasanya banyak developer yang masih kurang puas akan fitur-fitur dari element yang ada di HTML, sehingga kebanyakan dari mereka lebih senang untuk membuat custom elementnya sendiri. Pada postingan kali ini saya akan mencoba membuat conditional element dimanan nantinya element akan menampilkan child element pada kondisi tertentu.

Sebelum memulai buatlah file baru dan beri nama index.html kemudian copy template berikut.
<html>
<head>
<meta name="author" content="Muhammad Sayuti">
<title>Custom Elements</title>
</head>
<body>
<input type="checkbox" id="checkbox">
<dev-if if="checkbox is checked">
Checkbox is checked
</dev-if>
<script src="index.js"></script>
</body>
</html>

Sekarang buat file javascript baru dan beri nama index.js. Untuk membuat custom element kita akan menggunakan fungsi customElements untuk memberitahu browser tentang adanya tag baru yang kita buat. pada file ini buatlah class baru kemudian extends class tersebut dengan class DOM level 2 yaitu HTMLElement.
class DevIf extends HTMLElement{
constructor(){
// If you define a ctor, always call super() first!
// This is specific to CE and required by the spec.
super();
}
}

Jika Anda membuat suatu class dengan melakukan extends pada class yang ada pada DOM seperti HTMLElement, HTMLSelectElement dan sebagainya, sangat disarankan untuk memanggil super() pada bagian constructor() terlebih dahulu. Pada DOM level 2 kita dapat menggunakan beberapa callback sesuai keperluan yang akan kita gunakan pada custom element yang kita buat. Berikut adalah beberapa callback yang dapat Anda gunakan.

  • createdCallback() (Mozilla) : Biasanya callback ini akan dipanggil/dieksekusi saat element Anda teregister/terdaftar di DOM.
  • attachedCallback (Mozilla) atau connectedCallback() (Chrome) :
    Biasanya callback ini akan dipanggil /dieksekusi saat element Anda dimasukkan ke dalam DOM.
  • detachedCallback() (Mozilla) atau disconnectedCallback() (Chrome):
    Biasanya callback ini akan dipanggil /dieksekusi saat element Anda dihapus dari DOM.
  • attributeChangedCallback() (Mozilla & Chrome) :
    Biasanya callback ini akan dipanggil /dieksekusi saat ada perubahan pada attribute dari element yang Anda buat.
Di kasus ini saya menggunakan Chrome browser jadi kita akan fokus ke callback yang ada di Chrome browser.
Sekarang tambahkan 2 callback yaitu connectedCallback() dan attributeChangedCallback().
class DevIf extends HTMLElement{
constructor(){
// If you define a constructor, always call super() first!
// This is specific to CE and required by the specification.
super();
}
connectedCallback(){
//get value from if attribute and define new if variable on the current class
this.if = this.getAttribute('if');
}
attributeChangedCallback(name, oldValue, newValue){
if (name !== 'if') {
return;
}

this.if = newValue;
}
}

Pada script diatas saya memberikan value pada variable if dengan mengambil attribute if pada element dan mengubah value if jika terdapat perubahan pada attribute if di fungsi attributeChangedCallback(). Sekarang kita akan membuat getter and setter untuk variabel if, tambahkan script berikut kedalam class.
get if(){
return this.if;
}
set if(_condition){
if(!_condition){
return;
}

}
Selanjutnya kita akan membuat fungsi baru untuk melakukan parsing dan mengecek kondisi yang diberikan pada attribut if, buatlah fungsi baru checkCondition()
checkCondition(condition){
let parsed = condition.split(' ');
switch(parsed[1]){
case 'is':
//get element by id provided in first parameter
let el = document.querySelector(`#${parsed[0]}`);
//if element not found, warn the user and stop execution.
if(el == null){
console.warn('cannot find element with id',parsed[0]);
return;
}
// get the element type
let type = this.getElementType(el);
// check default state in our element for current condition
this.checkDefault(el);
// add listener to listen change on our element
this.addListener(el,type);
break;
}
}
Karena disini hanya demo jadi saya hanya akan memberikan 1 kondisi, jika Anda ingin mengembangkannya dan menambahkan kondisi lain Anda dapat mendapatkan source codenya melalui github. Pada script diatas saya melakukan split pada value yang diberikan di attribut if. variabel parsed akan menjadi array dan pada index 0 akan kita gunakan sebagai acuan untuk mencari element berdasarkan id, kemudian pada index 1 merupakan kondisinya, disini hanya ada kondisi "is", kemudian pada index 2 adalah kondisi apa yang akan digunakan. Pada contoh ini saya menggunakan element checkbox sebagai parameter pertama, is untuk parameter kedua dan checked pada parameter ketiga. Disini saya tidak melakukan pengecekan pada parameter ketiga karena jika kita menggunakan checkbox maka yang dicek sudah pasti apakah checkbox tersebut di check atau tidak.
Sekarang buat fungsi baru untuk mendapatkan tipe element yang diberikan pada parameter pertama jika element ditemukan.
getElementType(target){
if(target.nodeName === 'input'){
return target.getAttribute('type');
}else{
return target.nodeName.toLowerCase();
}
}
Setelah itu buat fungsi baru untuk menentukan apa yang terjadi pada element berdasarkan kondisi saat ini.
checkDefault(target,type){
if(type === 'checkbox'){
if(target.checked || target.hasAttribute('checked')){
this.style.display = 'initial';
}else{
this.style.display = 'none';
}
}
}
Sekarang buat fungsi baru lagi untuk menambahkan listener saat ada perubahan yang terjadi pada element dan memanggil fungsi checkDefault().
addListener(target,type){
let self = this;
target.addEventListener('change',function(){
let t = self.getElementType(this);
self.checkDefault(this,t);
});
}
Untuk langkah terakhir kita hanya perlu mendefinisikan element yang akan kita buat dengan menggunakan fungsi customElements() yang ada di window. parameter pertama merupakan nama tag yang kita berikan sedangkan yang kedua adalah class yang baru saja kita buat. Letakkan script berikut di baris paling akhir dalam file javascript Anda.
cusomElements.define('dev-if',DevIf);

Sekarang cek hasilnya pada Chrome browser Anda, element yang ada di dalam custom element yang kita buat hanya akan tampil saat checkbox di check. berikut hasil akhirnya.
See the Pen conditional-element by Muhammad Sayuti (@ekoputrapratama) on CodePen.


Mungkin itu saja yang dapat saya jelaskan pada postingan kali ini tentang bagaimana cara Membuat Custom Element HTML Menggunakan Javascript.
Semoga bermanfaat...!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menagapa Pesawat Sering Terguncang?

Foto: Lion Air Ternyata peralihan atau berubahnya iklim dapat saja memperburuk turbulensi udara. Bagi Kamuyang melakukan perjalanan udara, hal ini tentu akan mengganggu kenyamanan perjalanan Anda. Seberapa buruk turbulensi ini? Cukup kuat sehingga dapat saja melempar penumpang dan awak pesawat di sekitar kabin jika tak memasang sabuk pengaman. Hal ini merupakan hasil studi dari Universitas Reading seperti dipublikasikan di Advances in Atmospheric Sciences , seperti ditulis Digital Trend . Menurut studi ini, makin buruknya kualitas udara memengaruhi pergerakan naik turun pesawat yang lebih kuat dari gravitasi. Para ahli percaya peralihan atau berubahnya iklim membuat fenomena ini lebih sering dua tiga kali dari yang terjadi saat ini. Dengan demikian, berjalan di pesawat, meminta layanan makanan, atau bahkan memegang sesuatu menjadi lebih sulit dilakukan. Studi ini menyebutkan bahwa turbulensi ringan akan meningkat 59 persen. Turbulensi ringan hingga menengah meningkat 75 persen, Pada sp...

Dua Waktu Yang Dilarang Oleh Rasulullah SAW Untuk Tidur

Tidur menjadi sesuatu yang esensi dalam kehidupan kita. Karena dengan tidur, kita menjadi segar kembali. Tubuh yang lelah, urat-urat yang mengerut, dan otot-otot yang dipakai beraktivitas seharian, bisa meremaja lagi dengan melakukan tidur. Dalam Islam, semua perbuatan bisa menjadi ibadah. Begitu pula tidur, seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Dalam Al-Quran, Allah swt pun menyuruh kita untuk tidur. Namun, ternyata ada dua waktu tidur yang dianjurkan oleh Rasulullah untuk tidak dilakukan. 1. Tidur di Pagi Hari Setelah Shalat Shubuh Dari Sakhr bin Wadi’ah Al-Ghamidi radliyallaahu ‘anhu bahwasannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda : ”Ya Allah, berkahilah bagi ummatku pada pagi harinya” (HR. Abu dawud 3/517, Ibnu Majah 2/752, Ath-Thayalisi halaman 175, dan Ibnu Hibban 7/122 dengan sanad shahih). Ibnul-Qayyim telah berkata tentang keutamaan awal hari dan makruhnya menyia-nyiakan waktu dengan tidur, dimana beliau berkata : “Termasuk hal yang makruh bagi mereka – yaitu o...

Mencari Penghasilan Dengan Cepat Di Probux

Situs yang satu ini merupakan situs PTC (Paid To Click) sama seperti Clixsense , Neobux, DonkeyMails  atau seperti situs PTC lainnya. Hanya saja biasanya setiap situs PTC memiliki system yang berbeda. Contoh : Di Donkeymail selain Anda dibayar setiap melihat iklan Anda juga akan dibayar setiap membaca email. Apa Kelebihan Probux dibandingkan dengan PTC lainnya ? Kelebihan Probux adalah Anda dapat menyewa refferal dan nilai setiap iklannya cukup tinggi. Anda bahkan tidak perlu bersusah payah untuk mempromosikan link refferal Anda kemana-mana. Anda hanya perlu menyewanya saja di Probux.  Berikut adalah daftar harga untuk menyewa refferal di Probux : Harga 3 referral adalah $0.6/bulan Harga 10 refferal adalah $2/bulan Harga 20 refferal adalah $4/bulan Harga 50 refferal adalah $10/bulan Harga 70 refferal adalah $14/bulan Harga 100 refferal adalah $20/bulan Apa keuntungan yang saya dapatkan jika menyewa refferral ? Keuntungan Anda jika Anda menyewa refferal adalah Anda akan mendapa...