Langsung ke konten utama

Orang Yang Suka Melamun Cenderung Insomnia

Tuhan memberi kita sistem memori yang luar biasa. Kita bisa mengaktifkan dan menonaktifkan sejenak sistem memori kita saat kita memerlukannya. Yaitu pada saat beraktivitas, maupun hingga akhirnya memutuskan untuk tidur.

Namun, ada orang-orang yang memiliki kecenderungan sulit tidur. Dilansir dari Dailymail, hal ini rupanya berhubungan dengan bagian otak yang sering digunakan untuk melamun. Oleh karena itu diduga orang yang sering melamun, biasanya lebih sering mengalami insomnia.

Apakah Anda mengalami hal serupa? Bila iya, coba cek bagaimana kehidupan karir Anda. Mereka yang mengalami hal ini biasanya lebih banyak menggunakan konsentrasi yang dimiliki untuk bekerja.

Dr. Sean Drummond mencoba melakukan sebuah penelitian yang mencari kaitan antara hubungan kegiatan di pagi hari dengan aktivitas di malam hari. Menurut penelitian, mereka yang memiliki pola hidup lebih sehat dan rileks, memiliki sistem on-off memori yang lebih baik.

"Orang yang mengalami insomnia, tidak hanya mengalami gangguan tidur, namun juga mengalami gangguan fungsi otak yang seharusnya," ujar Dr. Sean Drummond, menjelaskan mengenai bagaimana orang yang insomnia cukup sulit mengistirahatkan otak mereka.

Saat bekerja, memang kita membutuhkan lebih banyak konsentrasi. Namun di sisi lain, kita juga tak bisa mengelak untuk memikirkan masalah kehidupan pribadi. Saat seperti inilah pikiran kita bekerja ekstra dan membuat kita cenderung melamun.

Ada baiknya untuk memilah-milah konsentrasi yang digunakan. Misalnya dengan tidak membawa pekerjaan ke rumah dan tidak membawa pikiran dari rumah ke kantor. Dengan demikian Anda akan lebih fokus dan terhindar dari kecenderungan melamun.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menagapa Pesawat Sering Terguncang?

Foto: Lion Air Ternyata peralihan atau berubahnya iklim dapat saja memperburuk turbulensi udara. Bagi Kamuyang melakukan perjalanan udara, hal ini tentu akan mengganggu kenyamanan perjalanan Anda. Seberapa buruk turbulensi ini? Cukup kuat sehingga dapat saja melempar penumpang dan awak pesawat di sekitar kabin jika tak memasang sabuk pengaman. Hal ini merupakan hasil studi dari Universitas Reading seperti dipublikasikan di Advances in Atmospheric Sciences , seperti ditulis Digital Trend . Menurut studi ini, makin buruknya kualitas udara memengaruhi pergerakan naik turun pesawat yang lebih kuat dari gravitasi. Para ahli percaya peralihan atau berubahnya iklim membuat fenomena ini lebih sering dua tiga kali dari yang terjadi saat ini. Dengan demikian, berjalan di pesawat, meminta layanan makanan, atau bahkan memegang sesuatu menjadi lebih sulit dilakukan. Studi ini menyebutkan bahwa turbulensi ringan akan meningkat 59 persen. Turbulensi ringan hingga menengah meningkat 75 persen, Pada sp...

Dua Waktu Yang Dilarang Oleh Rasulullah SAW Untuk Tidur

Tidur menjadi sesuatu yang esensi dalam kehidupan kita. Karena dengan tidur, kita menjadi segar kembali. Tubuh yang lelah, urat-urat yang mengerut, dan otot-otot yang dipakai beraktivitas seharian, bisa meremaja lagi dengan melakukan tidur. Dalam Islam, semua perbuatan bisa menjadi ibadah. Begitu pula tidur, seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Dalam Al-Quran, Allah swt pun menyuruh kita untuk tidur. Namun, ternyata ada dua waktu tidur yang dianjurkan oleh Rasulullah untuk tidak dilakukan. 1. Tidur di Pagi Hari Setelah Shalat Shubuh Dari Sakhr bin Wadi’ah Al-Ghamidi radliyallaahu ‘anhu bahwasannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda : ”Ya Allah, berkahilah bagi ummatku pada pagi harinya” (HR. Abu dawud 3/517, Ibnu Majah 2/752, Ath-Thayalisi halaman 175, dan Ibnu Hibban 7/122 dengan sanad shahih). Ibnul-Qayyim telah berkata tentang keutamaan awal hari dan makruhnya menyia-nyiakan waktu dengan tidur, dimana beliau berkata : “Termasuk hal yang makruh bagi mereka – yaitu o...

Bakteri Dalam Mulut Bisa Sebabkan Kanker

Para peneliti di Amerika Serikat (AS) menemukan bakteri yang umumnya ada di mulut dapat memicu kanker kolon dan rektum. Kantor berita Xinhua melansir dari dua penelitian yang diterbitkan di jurnal Cell Host & Microbe, bahwa mikroorganisme "fusobacteria" yang ditemukan di mulut dapat merangsang respon kekebalan yang buruk dan menumbuhkan gen kanker untuk membentuk tumor kolon dan rektum. Kanker kolon dan rektum adalah kanker yang menyerang usus besar dan rektum. Penyakit tersebut merupakan kanker peringkat 2 yang mematikan di AS. Penelitian terbaru menunjukkan "fusobacteria" dari mulut sangat banyak ditemukan pada jaringan pasien yang terkena kanker kolon dan rektum meski demikian belum diketahui apakah bakteri tersebut berkontribusi dalam pembentukan tumor. Professor Yiping Han dari Case Western Reserve University School of Dental Medicine dan timnya menemukan "fusobacteria" mengandalkan sebuah molekul bernama FadA, yang ditemukan di permukaan sel bakt...