Langsung ke konten utama

Apakah Stres Berhubungan Dengan Kanker?


Jaman sekarang, penyakit kanker dan tumor, bahkan mati mendadak, sudah menjadi penyakit yang menghantui mereka yang memasuki usia 20-an hingga 30 ke atas. Selain gaya hidup, tingkat stres yang tinggi menjadi penyebabnya.

Tidak sulit bagi kita yang ada di usia tersebut untuk stres. Kurang tidur bisa memicu stres, patah hati bisa membuat kita stres, bahkan kemacetan juga bisa menambah stressor dalam pikiran kita. Mengapa kita harus menghindari stres?

Sudah bukan rahasia bahwa stres seringkali dikaitkan dengan resiko yang umum terjadi seperti penuaan dini, hingga sakit parah seperti kanker. Profesor Tsowin Hai mengatakan bahwa, tubuh yang tidak membantu sel kanker tidak akan membuat kanker menyebar begitu jauh.

"Seluruh sel yang ada pada tubuh, berperan dalam penyebaran sel kanker," kata Tsowin Hai. Ia juga menambahkan bahwa tubuh yang berada dalam kondisi seimbang tak akan mengalami banyak masalah.

"Namun tubuh yang mengalami stres akan mengubah sistem imun dan hal inilah yang menjadi pedang bermata dua bagi kesehatan kita," ujarnya.

Dengan kata lain, saat kita stres, kekebalan tubuh kita sering menurun. Hal ini juga berhubungan dengan berubahnya mood yang kita miliki. Perubahan mood dari baik ke buruk yang terjadi dengan sering juga bisa menambah stres.

Oleh karena itu bila Anda ingin menjauhi stres, selalu sediakan waktu untuk diri Anda sendiri setiap hari. Minimal luangkan 30 menit sampai 1 jam bagi pikiran dan tubuh Anda untuk memikirkan dan melakukan apa yang Anda sukai.

Misalnya dalam 30 menit itu Anda ingin menghabiskan waktu untuk melakukan yoga, atau menikmati jus strawberry dengan lemon untuk mengurangi kejenuhan. Seringnya kebanyakan orang tak punya waktu bagi dirinya sendiri, sehingga sering mengalami bad mood dan stres.

Lawan hal itu mulai dari sekarang. Pastikan Anda selalu menjaga pola hidup yang seimbang sehingga kondisi tubuh Anda fit dan mampu mengatasi stres.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menagapa Pesawat Sering Terguncang?

Foto: Lion Air Ternyata peralihan atau berubahnya iklim dapat saja memperburuk turbulensi udara. Bagi Kamuyang melakukan perjalanan udara, hal ini tentu akan mengganggu kenyamanan perjalanan Anda. Seberapa buruk turbulensi ini? Cukup kuat sehingga dapat saja melempar penumpang dan awak pesawat di sekitar kabin jika tak memasang sabuk pengaman. Hal ini merupakan hasil studi dari Universitas Reading seperti dipublikasikan di Advances in Atmospheric Sciences , seperti ditulis Digital Trend . Menurut studi ini, makin buruknya kualitas udara memengaruhi pergerakan naik turun pesawat yang lebih kuat dari gravitasi. Para ahli percaya peralihan atau berubahnya iklim membuat fenomena ini lebih sering dua tiga kali dari yang terjadi saat ini. Dengan demikian, berjalan di pesawat, meminta layanan makanan, atau bahkan memegang sesuatu menjadi lebih sulit dilakukan. Studi ini menyebutkan bahwa turbulensi ringan akan meningkat 59 persen. Turbulensi ringan hingga menengah meningkat 75 persen, Pada sp...

Dua Waktu Yang Dilarang Oleh Rasulullah SAW Untuk Tidur

Tidur menjadi sesuatu yang esensi dalam kehidupan kita. Karena dengan tidur, kita menjadi segar kembali. Tubuh yang lelah, urat-urat yang mengerut, dan otot-otot yang dipakai beraktivitas seharian, bisa meremaja lagi dengan melakukan tidur. Dalam Islam, semua perbuatan bisa menjadi ibadah. Begitu pula tidur, seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Dalam Al-Quran, Allah swt pun menyuruh kita untuk tidur. Namun, ternyata ada dua waktu tidur yang dianjurkan oleh Rasulullah untuk tidak dilakukan. 1. Tidur di Pagi Hari Setelah Shalat Shubuh Dari Sakhr bin Wadi’ah Al-Ghamidi radliyallaahu ‘anhu bahwasannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda : ”Ya Allah, berkahilah bagi ummatku pada pagi harinya” (HR. Abu dawud 3/517, Ibnu Majah 2/752, Ath-Thayalisi halaman 175, dan Ibnu Hibban 7/122 dengan sanad shahih). Ibnul-Qayyim telah berkata tentang keutamaan awal hari dan makruhnya menyia-nyiakan waktu dengan tidur, dimana beliau berkata : “Termasuk hal yang makruh bagi mereka – yaitu o...

Bakteri Dalam Mulut Bisa Sebabkan Kanker

Para peneliti di Amerika Serikat (AS) menemukan bakteri yang umumnya ada di mulut dapat memicu kanker kolon dan rektum. Kantor berita Xinhua melansir dari dua penelitian yang diterbitkan di jurnal Cell Host & Microbe, bahwa mikroorganisme "fusobacteria" yang ditemukan di mulut dapat merangsang respon kekebalan yang buruk dan menumbuhkan gen kanker untuk membentuk tumor kolon dan rektum. Kanker kolon dan rektum adalah kanker yang menyerang usus besar dan rektum. Penyakit tersebut merupakan kanker peringkat 2 yang mematikan di AS. Penelitian terbaru menunjukkan "fusobacteria" dari mulut sangat banyak ditemukan pada jaringan pasien yang terkena kanker kolon dan rektum meski demikian belum diketahui apakah bakteri tersebut berkontribusi dalam pembentukan tumor. Professor Yiping Han dari Case Western Reserve University School of Dental Medicine dan timnya menemukan "fusobacteria" mengandalkan sebuah molekul bernama FadA, yang ditemukan di permukaan sel bakt...